• FYI

    Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

    Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang memiliki luas 356.800 ha, pertama kali dijadikan kawasan suaka Margasatwa Sumatera Selatan I tahun 1935. Dalam perjalanannya pada Bulan Juli 2004 ditetapkan sebagai Tapak Warisan Dunia den gan nama 'The Tropican Rainforest Heritage of Sumatera' oleh UNESCO.

    TNBBS membentang dari ujung Propinsi Bengkulu bagian Selatan hingga ujung selatan Provinsi Lampung. Secara administrasi pemerintahan, TNBBS merupakan bagian dari Kabupaten Tanggamus (10.500) dan Kabupaten Lampung Barat (280.300 ha) termasuk dalam propinsi Lampung dan Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu (66.000 ha). Sedangkan secara geografis terletak pada 44 °29’-5°57’ LS dan 103°24’-104°44’ BT.

    KEANEKARAGAMAN HAYATI

    Kawasan TNBBS memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi dan memiliki keterwakilan type struktur vegetasi yang lengkap dan tidak terputus meliputi :

    1. MARINE, yang terdiri dari mangrove, padang lamun, terumbu karang, danau dan muara sungai.

    2. TERESTRIAL, yang terdiri dari hutan pantai (0-2 m dpl), hutan hujan dataran rendah (0-500 m dpl), hutan hujan bukit, hutan hujan pegunungan bawah, hutan hujan pegunungan tinggi dan sungai.


    3. FLORA, keragamannya sangat variatif terdapat 472 jenis pohon, 126 jenis anggrek, 26 jenis rotan, dan 25 jenis bamboo. Bunga unik seperti bunga PADMA (Rafflesia sp) dan bunga BANGKAI (Amorphopallus sp).


    4. FAUNA, keragamannya memiliki nilai penting bagi perlindungan mamalia besar. Terdapat sedikitnya 122 jenis mamalia termasuk enam spesies yang terancam punah menurut Red Data Book IUCN seperti GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatrensis), BADAK SUMATERA (Dicerorhinus sumatrensis), TAPIR (Tapirus indicus), HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae), BERUANG MADU (Heralctos malayanus) dan AJAG (Cuon alpinus); 450 jenis burung termasuk 9 jenis RANGKONG; 53 jenis IKAN dan 123 jenis HERPETOFAUNA (Reptil dan Amfibia) termasuk PENYU serta 221 serangga. Beberapa jenis PRIMATA dapat dijumpai seperti Siamang (Hylobates syndactylus) dan ungko (Hylobates agilis).

    POTENSI OBYEK WISATA


    TNBBS kaya akan panorama yang indah, sehingga banyak yang dapat dijadikan lokasi wisata alam, antara lain:
    • Pemandangan satwa liar, flora, fauna, dan air terjun cocok untuk penjelajahan, berkemah, penelitian (SUKARAJA).
    • Menara mercusuar, pesisir pantai, danau menjukut, batu karang, di pulau Rest house (BELIMBING).
    • Danau Minyak (10 ha), Danau Lebar (60 ha), Danau Belibis (3 ha) bagus untuk berlayar, memancing, penjelajahan penggambilan gambar (SUOH).
    • Makam syeh Aminulah, Tebing Muara way Penapa untuk wisata rohani dan rock climbing (KRAMAT MANULA).
    • Demplot tanaman anggrek, demplot tanaman gaharu, keanekaragaman kupu-kupu, air terjun sepapa kanan dan sepapa kiri (KUBU PERAHU).
    • Sumber air panas dan belerang (WAY TENONG).
    Semua objek tersebut dapat ditempuh dengan waktu berkisar antara 4–6 jam perjalanan dari Bandar Lampung (ibukota propinsi Lampung).

    ditulis kembali dari berbagai sumber oleh Iyen Mulyani (UKL-IX-HG-156),
    sekarang berdomisili di Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung



    No comments:

    Post a Comment

    Diklatsar

    Inspirasi

    Antara Kita